Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab Dan Artinya, Kaidah Bahasa Arab, Percakapan Bahasa Arab, Info Arab, Pengetahuan Umum, Pendidikan

3++ Cerita Humor Bahasa Arab

loading...

Cerita humor bahasa arab. Cerita bahasa arab kali ini kembali kami hadirkan dengan mengetengahkan kisah lucu, jenaka dan humor, kisah ini kami hadirkan untuk anda sebagai sarana untuk belajar bahasa arab dan membiasakan diri dengan kalimat atau tulisan arab. Cerita humor bahasa arab kali ini kami penggalkan menjadi tiga bagian.
Cerita Humor Bahasa Arab

O ya bagi anda yang tak tahu apa bahasa arabnya cerita humor, ini dia :

القصص \ الحكايات المضحكة : (cara baca : al-Hikaayaat atau al-Qashash al-Mudhikah) artinya : Cerita yang lucu (humor)

Cerita bahasa arab humor ini kami bawakan dengan menyertakan tulisan bahasa arabnya dan menyertakan juga artinya atau terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, selamat membaca dan mengikuti.

Penggalan Pertama Cerita Humor Bahasa Arab:

كَانَ فِي بَغْدَاد رَجُلٌ اِسْمُهُ أَبُو الْقَاسِمِ, وَكَانَ لَهُ حِذَاءٌ ظَلَّ يَلْبَسُهُ سَبْعَ سِنِيْنَ. وَكَانَ كُلَّمَا تَقَطَّعَ فِيْهِ مَوْضِعٌ جَعَلَ مَكَانَهُ رُقْعَةً إِلى أَنْ صَارَ ثَقِيْلًا جِدًا

dahulu di bagdad ada seorang laki-laki yang bernama abul qosim, ia memiliki sepasang sepatu yang selalu ia gunakan selama tujuh tahun. dan setiap kali ada lubang di sepatunya tersebut, ia menambalnya dengan sepotong kain, hingga sepatu itu menjadi sangat berat.

وَذَاتَ يَوْمٍ ذَهَبَ أَبُو الْقَاسِمِ إِلَى حَمَّامٍ عَامٍ يَغْتَسِلُ, فَقَالَ لَهُ أَحَدُ أَصْدِقَائِهِ : يَا أَبَا الْقَاسِمِ, لَيْتَكَ تَتَخَلَّصُ مِنْ حِذَائِكَ هَذَا فَأَنْتَ ذُو مَالٍ

dan pada suatu hari abul qosim pergi ke kamar mandi umum untuk mandi, lalu salah satu temannya berkata padanya : wahai abul qosim, mudah-mudahan kamu bisa melepaskan diri dari sepatumu ini, dan kamu adalah orang yang berharta.

فَقَالَ لَهُ أَبُو الْقَاسِمِ : الْحَقُّ مَعَكَ سَأَشْتَرِي حِذَاءًا جَدِيْدًا بِإِذْنِ اللهِ

abul qosim berkata padanya : kebenaran ada padamu, saya akan membeli sepatu baru dengan izin Allah.

وَ لَمَّا خَرَجَ مِنَ الْحَمَّامِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ, رَأَى بِجَانِبِ حِذَائِهِ الْقَدِيْمِ حِذَاءًا آخَرَ جَدِيْدًا, فَظَنَّ أَنَّ الرَّجُلَ مِنْ كَرَمِهِ اِشْتَرَاهُ لَهُ فَلَبِسَهُ وَمَضَى إِلَى بَيْتِهِ 

setelah ia keluar kamar mandi ia pun mengenakan pakaiannya, lalu ia melihat disamping sepatunya yang lama, terdapat sepatu lain yang baru, ia pun mengira bahwa temannya tadi dengan kedermawanannya membelikannya sepatu tersebut, lalu iapun memakainya, kemudian ia pulang ke rumahnya.

وَكَانَ ذَلِكَ الْحِذَاءُ لِلْقَاضِي, وَقَدْ جَاءَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ إِلَى الْحَمَّامِ, وَوَضَعَ حِذَاءَهُ هُنَاكَ وَدَخَلَ يَسْتَحِمُّ, فَلَمَّا خَرَجَ بَحَثَ عَنْ حِذَائِهِ فَلَمْ يَجِدْهُ, فَقَالَ : لَابُدَّ لِمَنْ لَبِسَ حِذَائِي أَنْ يَكُوْنَ قَدْ تَرَكَ حِذَاءَهُ

ternyata sepatu itu adalah milik qodhi/pemimpin kota, ketika itu sang qodhi pun datang ke kamar mandi tersebut, dan ia menaruh sepatunya di sana, dan iapun mandi. dan ketika ia keluar ia mencari sepatunya namun ia tidak menemukannya, ia pun berkata dalam dirinya : orang yang memakai sepatu saya pasti ia mendinggalkan sepatunya sendiri.

وَفَتَّشُوْا فَلَمْ يَجِدُوْا غَيْرَ حِذَاءِ أَبِي الْقَاسِمِ فَعَرَفُوْهُ. فَأَرْسَلَ الْقَاضِي خَدَمَهُ إِلَي بَيْتِ أَبِي الْقَاسِمِ, فَوَجَدُوْا الحِذَاءَ عِنْدَهُ لإَأَحْضَرُوْهُ لِلْقَاضِي, وَضَرَبَهُ تَأْدِيْبًا لَهُ, وَحَبَسَهُ مُدَّةً وَغَرَّمَهُ بَعْضَ الْمَالِ وَأَطْلَقَ سَرَاحَهُ

lalu ia menyuruh orang untuk mencarinya, dan mereka tidak menemukan kecuali sepatunya abul qosim, mereka pun mengetahui sepatu itu. lalu sang qodhi mengirim ajudannya ke rumah abul qosim, dan mereka menemukan sepatu tersebut ada bersama abul qosim, lalu merekapun membawa abul qosim kepada qodhi, dan sang qoshi menghukumnya dengan memukulnya sebagai pelajaran baginya, dan ia pun mengurungnya beberapa saat dan memberikannya denda, lalu ia pun membebaskannya.

Penggalan Ke-2 Cerita Humor Bahasa Arab:

خَرَجَ أَبُو الْقَاسِمِ مِنَ الْحَبْسِ وَاَخَذَ حِذَاءَهُ وَهُوَ غَضْبَانُ عَلَيْهِ, وَمَضَى إِلَى النَّهْرِ فَأَلْقَاهُ فِيْهِ فَغَاصَ فِي الْمَاءِ

abul qosim pun keluar dari penjara, lalu ia mengambil sepatunya sambil marah padanya, lalu ia pergi ke sebuah sungai dan membuangnya di sana, sepatu itu pun tenggelam di air.

فَأَتَى أَحَدُ الصَّيَادِيْنَ وَرَمَى شَبَكَتَهُ, فَطَلَعَ فِيْهَا, فَلَمَّا رَآهُ الصَّيَّادُ عَرَفَهُ, وَظَنَّ أَنَّهُ وَقَعَ مِنْهُ فِي النَّهْرِ, فَحَمَلَهُ إِلَى بَيْتِ أَبِي الْقَاسِمِ فَلَمْ يَجِدْهُ, فَنَظَرَ فَرَأَى نَافِذَةً مَفْتُوْحَةً فَرَمَاهُ مِنْهَا إِلَى الْبَيْتِ, فَسَقَطَ عَلَى خِزَانَةِ الزُّجَاجِ فَكَسَرَهَا, وَجَاءَ أَبُو الْقَاسِمِ فَعَرَفَ الْاَمْرَ, فَلَطَمَ وَجْهَهُ وَأَخَذَ يَبْكِي وَيَلْعَنُ الْحِذَاءَ

kemudian datanglang salah seorang pemancing, dan ia melepas jaring-jaringnya, lalu sepatu itupun menyangkut di jaring-jaring tersebut, ketika sang pemancing melihat sepatu tersebut, ia pu mengetahui bahwa sepatu itu adalah milik abul qosim, ia pun mengira bahwa sepatu itu jatuh darinya di sungai, lalu ia pun membawanya ke rumah abul qosim, namun ia tidak menemukannya, lalu ia pun melihat-lihat, dan mendapatkan jendela yang terbuka, kemudian ia melempar sepatu tersebut dari jendela tersebut ke dalam rumah abul qosim, dan sepatu itu pun jatuh di atas lemari kaca dan membuatnya pecah, lalu datanglah abul qosim dan mengetahui masalahnya, lalu ia menampar wajahnya dan mulai menangis dan mencaci maki sepatunya tersebut.

قَامَ أَبُو الْقَاسِمِ يَحْفِرُ فِي اللَّيْلِ حُفْرَةً يَدْفِنُ الْحِذَاءَ فِيْهَا وَيَرْتَاحُ مِنْهُ, فَسَمِعَ الْجِيْرَانُ صَوْتَ الْحَفْرِ, فَظَنُّوْا أَنَّ أَحَدًا يُرِيْدُ أَنْ يَهْدِمَ بَيْتَهُمْ, فَشَكُوْا الأَمْرَ إِلَى الْحَاكِمِ, فَاَرْسَلَ إِلَيْهِ وَأَحْضَرَهُ, وَقَالَ لَهُ : كَيْفَ تُحَاوِلُ أَنْ تَهْدِمَ عَلَى جِيْرَانِكَ حَائِطَهُمْ ؟ وَحَبَسَهُ وَلَمْ يُطْلِقْهُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ غَرَّمَهُ بَعْضَ الْمَالِ

lalu pada malam harinaya abul qosim menggali sebuah lubang untuk mengubur sepatunya dan menenagkan diri darinya, lalu tetangganya mendengar suara galian, maka mereka mengira bahwa ada seseorang yang akan merobohkan rumah mereka, lalu merekapun mengadukan perkara mereka ini kepada hakim, lau ia pun mengutus orang ke rumah abul qosim dan menghadirkannya, sang hakim berkata pada abul qosim : mengapa kamu mau merobohkan tembok rumah tetanggamu ? lalu sang hakim mengurungnya dan tidak melepaskannya kecuali setelah ia membayar denda. Baca Pula : Kosakata Bahasa Arab Anggota Tubuh Manusia Disertai Gambar

Penggalan Ke-3 Cerita Humor Bahasa Arab:

صَعَدَ أَبُو الْقَاسِمِ فَوْقَ سَطْحِ بَيْتِهِ, وَوَضَعَ حِذَاءَهُ هُنَاكَ بَعِيْدًا عَنْ عُيُوْنِ النَّاسِ, فَرَآهُ كَلْبٌ, فَحَمَلَهُ وَعَبَرَ بِهِ إِلَى سَطْحٍ آخَرَ, فَسَقَطَ مِنَ الْكَلْبِ عَلَى رَأْسِ رَجُلٍ فَجَرَحَهُ جُرْحًا بَلِيْغًا, فَنَظَرُوْ وَبَحَثُوْا لِمَنِ الْحِذَاء, فَعَرَفُوْا أَنَّهُ لِأَبِي الْقَاسِمِ, فَشَكُوا الْأَمْرَ إِلَى الْحَاكِمِ, فَحَكَمَ عَلَيْهِ بِدَفْعِ مَبْلَغٍ مِنَ الْمَالِ لِلْمَجْرُوْحِ وَالْقِيَامِ بِلَوَازِمِهِ مُدَّهَ مَرَضِهِ, وَانْتَهَى عِنْدَ ذَلِكَ جَمِيْعُ مَا كَانَ لَهُ مِنْ مَالٍ, وَلَمْ يَبْقَ عِنْدَهُ شَيْءٌ

abul qosim naik ke atap rumahnya dan menaruh sepatunya di sana jauh dari pandangan manusia, lalu ada seekor anjing yang melihat sepatu tersebut, dan anjing itu membawanya dan melewati dengannya dari satu atap kea tap lainnya, lalu sepatu itu jatuh dari gigitan anjing tersebut di atas kepala seorang laki-laki hingga membuatnya terluka cukup parah, lalu merekapun menyelidiki dan mencari siapa pemilik sepetu tersebut, lalu merekapun mengetahui bahwa sepatu itu adalah milik abul qosim, lalu mereka pun mengadukan permasalahan ini kepada hakim, lalu sang hakim memberikan hukuman pada abul qosim untuk membayar uang kepada orang yang terluka tersebut, dan iapun harus memenuhi segala kebutuhannya selama ia sakit, dan ketika itu habislah seluruh harta abul qosim, dan tidak tersisa kecuali sedikit saja. Baca Juga Ya : Percakapan Bahasa Arab Sehari-hari Tentang Sekolah

وَ أَخِيْرًا أَخَذَ أَبُو الْقَاسِمِ حِذَاءَهُ وَمَضَى بِهِ إِلَى الْقَاضِي فَقَالَ لَهُ : أُرِيْدُ مِنْ مَوْلَانَا الْقَاضِي أَنْ يَكْتُبَ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا الْحِذَاءِ مُبَارَأَةً شَرْعِيَّةً عَلَى أَنَّهُ لَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ, وَأَنَّ كُلًّا مِنَّا بَرِيْءٌ مِنْ صَاحِبِهِ, وَ أَنَّهُ مَهْمَا يَفْعَلُهُ هَذَا الْحِذَاءُ لَا أُحَاسَبُ عَلَيْهِ, فَضَحِكَ الْقَاضِي مِنْهُ وَعَمِلَ لَهُ مَا يُرِيْدُ

akhirnya abul qosim mengambil sepatunya dan membawanya ke qodhi/pemimpin seraya berkata padanya : saya ingin tuan menuliskan keputusan antara saya dan sepatu ini tentang pelepasan diri secara syar’i, bahwa ia bukan bagian dari saya dan saya pun bukan bagian darinya, dan bahwa masing-masing dari kami terbebas darinya, dan bahwa apapun yang terjadi pada sepatu ini saya tidak dihisab/dikenakan sangsi karenanya, sang qodhi pun tertawa karenanya dan melaksanakan apa yang dikehendaki abul qosim.

Nah, itu dulu yang bisa kami sampaikan sekarang ini mengenai cerita humor bahasa arab, dalam bahasa arab sebagaimana kami sampaikan di awal cerita humor disebut (اَلْقَصَصُ الْمُضْحِكَةُ) di baca “al-Qashash al-Mudhikah.
loading...

3++ Cerita Humor Bahasa Arab Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Poskan Komentar