Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab Dan Artinya, Kaidah Bahasa Arab, Percakapan Bahasa Arab, Info Arab, Pengetahuan Umum, Pendidikan

12++ Contoh Isim Ghoiru Munshorif Dalam al-Quran dan Ta'rif atau Pengertiannya

Contoh Isim Ghoiru Munshorif Dalam al-Quran dan Ta'rif atau Pengertiannya. Sahabat blog bahasa arab dan artinya yang budiman, kali ini kita akan membahas salah satu bahasan penting dalam disiplin ilmu nahwu yang setiap orang yang belajar bahasa arab harus menguasainya yaitu tentang isim ghairu munshorif.

Apa yang dimaksud isim ghairu munshorif itu? Apa pula contoh-contohnya? Adakah contohnya dari al-Qur’an? Berapa macam illatnya atau adakah contoh isim yang tak munshorif dari alquran? Insyaalloh semua itu akan kita tahu setelah membaca bahasan kali ini hanya di blog bahasa arab dan artinya xyz.

Sebelumnya kami ingin mengingatkan tentang kekhususan yang dimiliki oleh isim ghairu munshorif ini:
  1. Tanda jarnya adalah fathah bukan kasrah
  2. Tidak boleh ditanwinkan walaupun dia isim nakirah (isim yang tak punya alif lam)
  3. Jika sudah di masuki oleh alif lam maka isim yang tadinya tak munshorif jadi munsharif (tanda jarnya menjadi kasrah bukan fathah lagi).
  4. Jika isim yang tak munshorif ini jadi mudhaf maka dia juga berubah menjadi munshorif dalam artian tanda jarnya adalah kasrah.
Pengertian / Ta'rif Isim Ghairu Munshorif

Isim ghairu munshorif (اسم غير منصرف) ini disebut juga oleh ulama nahwu dengan nama isim mamnu’ minas shorfi (اسم ممنوع من الصرف). Sebelum kita menyebutkan pengertian isim mamnu minas shorfi / Isim ghairu munshorif kita bahasa atau kita singgung dulu apa yang dimaksud dengan “as-Sharfu” (الصرف), yang dimaksud dengan as-Sharfu adalah : tanwin jadi isim jenis ini tidak bisa menerima tanwin alias tidak boleh dan tidak bisa ditanwinkan.

Jadi isim tak munshorif adalah isim yang tak bisa menerima tanwin (baik tanwin dhommah, tanwin fathah ataupun tanwin kasroh), jika di jarkan maka tanda jarnya adalah fathah, terkecuali jika isim ghairu munshorif ini didahului oleh alif lam (ال) maka ketika itu ia dijarkan dengan kasrah sebagaimana isim yang lainnya tak ada bedanya.

Macam-macam Isim Ghairu Munshorif

Isim mamnu’ minas shorfi di bagi menjadi 2 macam :

- Mamnu’ minas shorfi karena dua illat baik berupa isim atau sifat

- Mamnu’ minas shorfi karena satu illat yang mengambil posisi dua illat.

Kita akan terlebih dahulu berbicara tentang isim yang tak munshorif karena dua illat, jenis ini kami bagi dua pembahasannya ada yang berupa isim dan ada yang berupa sifat.

1. Isim mamnu’ minas shorfi karena 2 illat

Yaitu isim mamnu’ minas shorfi yang illat utamanya adalah al-Alamiyyah (nama orang) dan dikuatkan dengan illat yang lain.

Macam-macamnya adalah sebagai berikut:

A.Setiap isim alam (nama orang) yang wazan atau timbangannya mirip dengan fi’l, baik fi’l madhi atau fi’l amr ataupun fi’l mudhari. Contohnya:

أسعد, يعرب, ينبع

Contoh isim yg tak munsyorif di alquran , firman Allah:


يأتي من بعدي اسمه أحمد

Kata “Ahmad” di sini adalah isim mamnu minas shorfi karena dua illat, yaitu alam dan timbangan fi’il mudhari yaitu timbangannya (أفعل).


B. Setiap isim alam (nama orang) yang diakhiri dengan ta’ ta’nits, baik ta’ ta’nitsnya lafdzi atau haqiqi, contoh untuk ta’ ta’nits haqiqi :

عائشة, فاطمة...

Contoh isim yg tak munsyorif di alquran:

للذي ببكة مباركا

Contoh alam mu’annats ta’nits maknawai :

وسعاد, زينب

Contohnya dalam al-Qur’an :


وجعلنا ابن مريم

فأما ثمود فأهلكوا
Contoh untuk alam (nama orang) yang diakhiri dengan ta’ ta’nits lafdzi adalah :

ُعُبَيْدَة

➤ Jika alam (nama orang) yang mu’annats terdiri atas 3 huruf maka kita mengkuti ka’idah di bawah ini:

---> Jika alam yang terdiri atas tiga huruf itu berasal dari kata bahasa arab dan berbaris sukun tengahnya, maka yang lebih bagus adalah tidak dijadikan mamnu’ minas shorfi walaupun boleh dijadikan isim ghairu munshorif juga. Contohnya:

هندٌ, عدن 

Contohnya dari ayat al-Quran :

في جنات عدن

وفي عاد إذ أرسلنا

---> Jika isim yang tak munshorif itu terdiri atas tiga huruf dan berasal dari bahasa arab namun huruf tengahnya berharakat maka wajib ia dijadikan mamnu’ minas shorfi atau dijadikan isim yang tak munshorif, contohnya:

(nama orang “amal”) أملَ 

----> Apabila isim yang tak munshorif itu ajam (bukan berasal dari bahasa arab) maka wajib ia dijadikan sebagai isim yang tak munshorif, contohnya :

Nama kota :

بلخ

Di antara isim yang dijadikan mamnu’ minas shorfi kadang-kadang dan kadang juga tak dijadikan mamnu’ minas shorfi ialah kata (مصر), berikut contohnya dari al-Quran:

(mamnu’ minas shorfi, di baca mishra/majrur dengan fathah) وقال الذي اشتراه من مصر 

(tidak termasuk isim tak munsharif/ditanwinkan, dibaca “ihbithu mishran”) اهبطوا مصرا فإن لكم ما سألتم

C. Alam Ajami

Kata ajami adalah kata bahasa arab yang artinya kata yang diambil dari bahasa selain arab. Alam Ajami memiliki syarat-syarat yang harus terpenuhi sehingga ia bisa dimasukkan kedalam isim yang ghairu munshorif, berikut adalah syaratnya:
  • Alam tersebut harus merupakan nama orang pada bahasa asalanya (bahasa ajaminya)
  • Jika bukan nama orang pada bahasa asalnya, maka ia menjadi nama orang / alam ketika sudah masuk ke bahasa arab.
  • Terdiri atas empat huruf, bagaimana jika terdiri atas tiga huruf? Aka nada perinciannya nanti pada bagian akhir pembahasan tentang alam ajami ini.
Sekarang kita masuk ke contoh isim ghairu munshorif terutama yang terambil dari al-quran:

يوسف

Dari al-quran:

في يوسف وإخوته آيات للسائلين

Ayat al-quran di dalam surat Yusuf, jadi nama Yusuf termasuk isim ghairu munshorif yang tidak boleh ditanwinkan, sehingga ayat di atas di baca “Laqad kana fi yusufa wa ikhwatihi aayatun lis saailiin..”

Nama-nama lain yang termasuk isim ghairu munshorif karena dua illat ini yaitu alam dan ajam adalah di antaranya : nama Isma’il, Ibrahim, Bassyar, Adam, Ishaq, Ya’qub, Musa, Harun dan lain-lainnya.

**Jika alam ajami terdiri atas 3 huruf maka ada 2 keadaan yang hukumnya akan berbeda sesuai keadaannya:

>> Jika huruf tengahnya berharakat fathah, kasrah atau dhammah (tidak berharakat sukun) maka ia harus dimasukkan ke dalam isim yang mamnu’ minas shoefi di mana tanda jarnya adalah fathah dan tidak boleh ditanwinkan, contohnya:

قطر, حلب 

(dua-duanya adalah nama tempat, halab nama tempat di suriah, dan Qatar adalah nama negara di jazirah arab).

>> Jika huruf tengahnya adalah sukun, maka ia wajib munshorif/tidak boleh dimasukkan ke dalam isim tak munshorif, contohnya:

نوح, هود, خان ..

D. Alam Yang Diakhiri Dengan Alif dan Nun Sebagai Huruf Tambahan

Contohnya adalah :

سليمان ، حمدان ، ورمضان 

Contoh isim tak munshorif jenis ini dari al-Quran:

لسليمان الريح عاصفة تجري بأمره

Dan ayat-ayat al-Quran lainnya banyak sekali yang menggunakan isim tak munsharif jenis ini, sebutlah contoh lain misalnya:

إذ قال لقمان لابنه

## Jika kita mengangga huruf alif dan nun yang terdapat dalam sebuah nama bukanlah huruf tambahan maka nama tersebut tak termasuk dalam isim tak munshorif alias boleh ditanwingkan, sebagai contoh:

عثمان

Jika kita menganggap alif dan nun pada kata Utsman ini adalah huruf asli yaitu bersala dari kata :

عثمن

Maka kata “Utsman” bukanlah isim ghairu munshorif karena nun bukan huruf tambahan tapi memang huruf aslinya. Begitu pula pada kata :

سلطان

Jika kita menganggap nun pada kata ini adalah nun tambahan maka isim ini adalah isim tak munshorif sedangkan jika kita menganggapnya adalah huruf asli yakni kata “sulthan” berasal dari kata:

سلطن

Maka kata ini tak termasuk dalam isim yang mamnu’ minas shorfi, begitu pula pada kata :

عفان , حسان 


Di antara contoh dalam al-quran adalah :

ليس لك عليهم سلطانٌ

E. Isim yang Dipindah Dari Wazan فاعل menjadi wazan فعل (dari wazan fa’il menjadi fu’al)

Contohnya :

عَامِرٌ ---- عُمَرُ

زَافِرٌ ----- زُفَرُ

زَاحِلٌ ----- زُحَلٌ

F. Alam Murakkab Tarkib Mazji yang Tidak Diakhiri Dengan Kata “Waih” 

Maksud dari tarkib mazji adalah jika dua kata digabung dicampur jadi satu dan membentuk jadi satu kata atau nama.

حضرموت ، بورسودان ، معديكرب 

Adapun jika alam itu adalah murakkab tarkib mazji dan diakhiri dengan kata “waih” maka di-mabnikan dengan kasrah, contohnya :

سيبويه، خمارويه

Maka di baca “Sibawaihi” , “Khamarawaihi” (mabni alal kasri).

Baca Juga :

2. Sifat Yang Mamnu’ Minas Shorfi Karena Dua Illat

Dua illat yang dimaksud yaitu sifat dan illat tambahan sebagaimana dalam alam (nama orang) yang telah kita sebutkan di atas barusan.

Terbagi menjadi beberapa bagian:

A. Setiap sifat dengan wazan “أفعل” (af’al), sebagai contoh :

أحمر ،أبيض ،أخضر ،أعرج ، أكتع ، أفضل

Contohnya dari al-quran :

فحيوا بأحسن منها

Adapun jika ada sifat dengan timbangan “af’al” dan diakhiri dengan ta’ ta’nits (ta’ marbutah), maka ia tidak menjadi isim tak munshorif, seperti kata:

أرملة, أربعة

Sifat yang diakhiri dengan “Alif” dan “Nun” Zaidah

Dengan syarat sifat tersebut tak bisa dimasuki (mudzakkarnya) dengan “ta’ ta’nits”/ “ta’ marbuthah”. Contohnya :

ريان ، وغضبان

Adapun kata sifat yang mudzakkarnya bisa dimasuki oleh ta’ ta’nits maka tak termasuk dalam isim yang mamnu’ minas shorfi, seperti :

صيحان ----- صيحانة

ندمانة ------ندمان 

B. Sifat yang Dipindah Ke Wazan / Shigat yang Lain


Yaitu yang dipindah ke wazan “فعال” dan “مفعل”.


Yaitu bilangan dari satu sampai sepuluh (1-10) yang ditimbang dengan wazan di atas, contohnya:


أُحاد --- موحد ، ثُناء ---- مثنى ، ثُلاث ---- ثلث ، رُباع ------ مربع ====) عُشار ---- معشر


Contoh dari al-quran:

أولي أجنحة مثنى وثلاث ورباع

Begitu pula dengan ayat tentang poligami atau ta’addud dalam al-quran yang berisi dengan bilangan ini.


C. Sifat yang Dipindah dari Wazan “أخرى” menjadi “أخر”.

Sebagai contoh adalah ayat dalam al-quran :

فعدة من أيام أُخر

2. Isim tak munshorif karena satu illat yang menduduki makna dua illat

Isim atau sifat yang diakhiri dengan alif ta’nits maksurah/maqsurah (alif bengkok), contoh :

سلمى ، ليلى ،حبلى 

Contoh isim tak munshorif dengan illat ini dari al-quran:

جاءت رسلنا إبراهيم بالبشرى

*** Dalam hal ini tidak ada bedanya antara mufrad dan jamaknya seperti :

Kata “Dzikra” mufrad diakhiri oleh alif maqsurah artinya kenang-kenangan:ذكرى 

Kata “qatla” adalah jama’ dari kata “qatiil” artinya orang yang terbunuh, kata ini akhiri oleh alif maksurah :قتلى

Dan tidak ada perbedaan antara mudzakkar dan mu’annats yang penting diakhiri oleh alif maksurah maka termasuk dalam jenis isim ini, begitu juga baik ia adalah isim atau sifat sama saja.

A. Isim atau sifat yang diakhiri oleh alif ta’nits mamdudah, baik ia adalah:

---> Isim makrifah, contohnya :

زكرياء

----> Isim nakirah, contohnya :
صحراء

----> Baik dia jama’ atau mufrad, baik dia sifat atau isim :

contoh isim/ sifat mufrad:
حمراء

contoh isim atau sifat yang diakhiri alif mamdudah jama’:
أصدقاء

Contoh isim yang tak munsharif jenis ini dalam al-quran:
تخرج بيضاء من غير سوء

Syarat-syarat alif mamdudah membuat isim atau sifat menjadi tak munshorif adalah sebagai berikut :

*** Alif mamdudah ini harus selalu lazim dan menyertai isim atau sifat tersebut

*** Isim atau sifat itu terdiri atas empat huruf atau lebih.

Jika terdiri atas 3 huruf maka isim atau sifat tersebut tak masuk dalam isim ghairu munshorif, contohnya:

هواء ، دعاء ، مواء 

Penegecualian :

### Kecuali dalam hal ini kata “أشياء” (asyaa’ jama’ dari kata syai’un artinya sesuatu) ia tetap termasuk mamnu’ minas shorfi walaupun terdiri atas 3 huruf selain alif ta’nits mamdudah.

B. Jamak yang memakai wazan shigat muntahal jumu’ (jama’ yang paling jama’) yaitu wazan :” مفاعل” atau “مفاعيل, contohnya adalah sebagai berikut:

مصابيح ،محاريث ، سجاجيد

Contoh dari al-quran :

عليهم طيرا أبابيل


Dan contoh-contoh lainnya yang banyak sekali dalam al-quran

Nah, semikian dulu yang bisa kami tuliskan buat anda semua mengenai bahasan kali ini yaitu contoh isim ghoiru munshorif dalam al-Quran dan ta'rif atau pengertiannya.

12++ Contoh Isim Ghoiru Munshorif Dalam al-Quran dan Ta'rif atau Pengertiannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Poskan Komentar