Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab Dan Artinya, Kaidah Bahasa Arab, Percakapan Bahasa Arab, Info Arab, Pengetahuan Umum, Pendidikan

Percakapan Bahasa Arab Tentang Menyewa Rumah

Percakapan bahasa arab tentang menyewa rumah tempat tinggal. Baiklah para pengunjung setia blog bahasa arab dan artinya yang terhormat kembali kita lanjutkan pelajaran bahasa arab kita pada pagi yang cerah ini, kali ini masih kita berbicara tentang percakapan bahasa arab tentang rumah atau perabotan rumah tanggah atau hal yang berhubungan dengan rumah pokoknya.

Percakapan Bahasa Arab Tentang Menyewa Rumah


عَبْدُ اللهِ : مَسَاءُ الْخَيْرِ.


Abdullah : masaaul khoir.


Abdullah : selamat sore.


عُثْمَانُ : مَسَاءُ الْخَيْرِ. أَيْنَ كُنْتَ يَا عَبْدَ اللهِ ؟ لَقَدْ تَأَخَّرْتَ عَنْ زِيَارَتِنَا, فَلَمْ نَرَكَ مُنْذُ مُدَّةٍ.


Utsman : masaaul khoir, aina kunta yaa abdallah ? laqod taakhkhorta ‘an ziyaarotinaa, falam naroka mundzu muddah.


Utsman : selamat pagi, di mana kamu wahai Abdullah ? kamu terlambat mengunjungi kami, kami tidak melihatmu sejak beberapa waku lalu.


عَبْدُ اللهِ : مَعْذِرَةً عَنْ ذَلِكَ, لِأَنَّنِي مَشْغُوْلٌ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ. 


Abdullah : ma’dzirotan ‘an dzaalik, liannanii masyguulun fii haadzihil ayyaam.


Abdullah : maafkan saya atas hal itu, ini dikarenakan saya sibuk dalam beberapa hari ini.


عُثْمَانُ : خَيْرًا إِنْ شَاءَ اللهُ, مَاذَا بِكَ ؟ 


Utsman : khoiron insyaa Allah, maadzaa bik ?


Utsman : insya Allah baik-baik saja, ada apa denganmu ?


عَبْدُ اللهِ : أَنْتَ تَعْلَمُ أَنَّنِي أَسْكُنُ بَيْتًا فِي طَرَفِ الْمَدِيْنَةِ, وَقَدْ بِعْتُ سَيَّارَتِي.


Abdullah : anta ta’lamu annanii askunu baitan fii thorofil madiinah wa qod bi’tu sayyaarotii.


Abdullah : kamu telah mengetahui bahwa saya tinggal di ujung kota, dan saya telah menjual mobil saya.

Baca Juga Percakapan Bahasa Arab Lainnya :

عُثْمَانُ : إِذَنْ لِمَاذَا لَا تُفَكِّرُ فِي اسْتِئْجَارِ مَسْكَنٍ فِي حَيِّنَا ؟


Utsman : idzan limaadzaa laa tufakkiru fis ti’jaari maskanin fii hayyinaa ?


Utsman : lalu mengapa engkau tidak berencana untuk menyewa rumah/ tempat tinggal di lingkungan kami ?


عَبْدُ اللهِ : هَذَا مَاحَضَرْتُ لِأَجْلِهِ ! إِنَّنِي أُرِيْدُ أَنْ أَسْكُنَ فِي وَسَطِ الْمَدِيْنَةِ فِي حَيِّكُمْ.


Abdullah : haadzaa maa hadhortu liajlihi ! innanii uriidu an askuna fii wasathil madiinah fii hayyikum.


Abdullah : inilah sebabnya saya datang ke sini ! saya ingin tinggal di tengah kota di lingkunganmu.


عُثْمَانُ : يُسْعِدُنَا أَنْ تَكُوْنَ جَارًا لَنَا, وَ أَنْ تَكُونَ قَرِيْبًا مِنْ عَمَلِكَ. 


Utsman : yus’idunaa an takuuna jaaron lanaa. wa an takuuna qoriiban min ‘amalika.


Utsman : kami sangat bahagia jika kamu menjadi tetangga kami dan engkau pun menjadi dekat dengan tempat kerjamu.


عَبْدُ اللهِ : بَارَكَ اللهُ فِيْكَ يَا عُثْمَانُ, وَأَظُنُّ أَنَّنِي سَأَجِدُ بَيْتًا مُنَاسِبًا فِي حَيِّكُمْ.


Abdullah : baarokallohu fiika yaa utsman, wa azhunnu annanii sa ajidu baitan munaasiban fii hayyikum.


Abdullah : semoga Allah memberikan keberkahan padamu wahai utsman, saya berharap agar saya mendapatkan rumah yang cocok di lingkunganmu.


عُثْمَانُ : إِنْ شَاءَ اللهُ. فِي حَيِّنَا مَكَاتِبُ عَقَّارِيَّةٌ كَثِيْرَةٌ.


Utsman : insyaa Allah, fii hayyina makaatib ‘aqqooriyyah katsiiroh.


Utsman : insyaa Allah, di lingkungan kami terdapat banyak kantor pemasaran.


عَبْدُ اللهِ : أَرْغَبُ فِي الذَهَابِ إِلَى أَحَدِ هَذِهِ الْمَكَاتِبِ الْعَقَّارِيَّهِ.


Abdullah : argobu fidz dzahaabi ilaa ahadi haadzihil makaatibil ‘aqqooriyyah.


Abdullah : saya ingin pergi ke salah satu kantor pemasaran ini.


عُثْمَانُ : إِنَّنِي أَعْرِفُ مَكْتَبًا فِي هَذَا الشَّارِعِ, هَيَّا بِنَا !


Utsman : innanii a’rifu maktaban fii haadzasy syaari’, hayya binaa.


Utsman : saya tahu salah satu kantor pemasaran di jalan ini, mari ( kita pergi ke sana ) !


عَبْدُ اللهِ : هَيَّا.


Abdullah : hayya.


Abdullah : mari.


عُثْمَانُ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Utsman : assalaamu ’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuhu.


Utsman : assalaamu ’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuhu.


صَاحِبُ الْمَكْتَبِ : وَ عَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Shoobibul maktab : wa ‘alaikumus salaam wa rohmatullahi wa barokaatuhu.


petugas di kantor (pemasaran) : wa ‘alaikumus salaam wa rohmatullahi wa barokaatuhu.


عُثْمَانُ : نُرِيْدُ بَيْتًا لِلْإِيْجَارِ لِصَدِيْقِي هَذَا.


Utsman : nuriidu baitan lil iijaar li shodiiqii haadzaa.


Utsman : kami menginginkan rumah kontrakan untuk teman saya ini.


صَاحِبُ الْمَكْتَبِ : لَدَيْنَا أَنْوَاعٌ مُخْتَلِفَةٌ منَ الْبُيُوْتِ الْكَبِيْرَةِ وَالصَّغِيْرَةِ وَ هِيَ مُتَفَاوِتَةُ الْأَسْعَارِ.


Shoobibul maktab : ladainaa anwaa’un mukhtalifah minal buuyuutil kabiiroh was sahogiiroh, wa hiya mutafaawitatul as’aar.


petugas di kantor (pemasaran) : kami memilikibeberapa macam rumah yang berbeda-beda ada yang besar dan ada pula yang kecil, dan harganya juga beragam.


عَبْدُ اللهِ : إِنَّنِي أَرْغَبُ فِي بَيْتٍ يَتَكَوَّنُ مِنْ غُرْفَةٍ لِلضُّيُوْفِ, وَ غُرْفَةِ الْجُلُوْسِ, وَ غُرْفَةٍ لِلطَّعَامِ, وَ غُرْفَتَيْنِ لِلنَّوْمِ, وَ مَطْبَخٍ وَحَمَّامٍ.


Abdullah : innanii argobu fii baitin tatakawwanu min gurfatin lidhdhuyuuf, wa gurfatil juluus wa gurfatin lith tho’aam wa gurfataini linnaum wa mathwakh wa hammaam.


Abdullah : saya mau sebuah rumah yang terdiri dari satu ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dua ruang tidur, dapur dan kamar mandi. 


صَاحِبُ الْمَكْتَبِ : لَدَيْنَا بُيُوْتٌ مِنْ هَذَا النَّوْعِ بَعْضُهَا مَفْرُوْشٌ ( مُؤَثَّثٌ ) وَ يَعْضُهَا غَيْرُ مَفْرُوْشٍ, فَمَاذَا تُرِيْدُ ؟ 


Shoobibul maktab : ladainaa buyuut min haadzan naui’, ba’dhuhaa mafruusy ( muatstsats ) wa ba’dhuhaagoiru mafruusy, famaadzaa turiid ?


petugas di kantor (pemasaran) : kami memiliki beberapa rumah semacam ini, sebagiannya lengkap dengan perabotnya dan sebagian laginya tidak ada perabotnya, apa yang kamu inginkan ?


عُثْمَانُ : أَظُنُّ أَنَّ الْبَيْتَ الَّذِي لَمْ يُؤَثَّثْ أَرْخَصُ يَا عَبْدَ اللهِ.


Utsman : adzunnu annal baital ladzii lam yuatstsas arkhosh yaa ‘abdallah.


Utsman : saya kira rumah yang belum terisi perabot harganya lebih murah wahai Abdullah.


عَبْدُ اللهِ : إِذَنْ أُرِيْدُ الْبَيْتَ غَيْرَ مُؤَّثَّثٍ, وَ أَرْغَبُ فِي أَنْ أَرَاهَا الْآنَ.


Abdullah : idzan uriidul baita goiru muatstsats, wa argobu fii an aroohal aana.


Abdullah : kalau begitu saya mau rumah yang belum diisi perabot, dan saya mau melihatnya sekarang.


عُثْمَانُ : كَمِ الْأُجْرَةُ ؟ 


Utsman : kamil ujroh ?


Utsman : berapa biaya sewanya ?


صَاحِبُ الْمَكْتَبِ : أُجْرَةُ الْإِيْجَارِ فِي السَّنَةِ عَشْرَةُ آلَافِ رِيَالٍ وَ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَسْتَأْجِرَهُ شَهْرِيًّا فَالْأُجْرَةُ أَلْفُ رِيَالٍ فِي الشَّهْرِ الْوَاحِدِ.

Shoobibul maktab : ujrotul iijaari fis sanah ‘asyrotu aalaafi riyaalin wa idzaa arodta an tasta’jirohu syahriyyan fal ujritu alfa riyaalin fisy syahril waahid.

petugas di kantor (pemasaran) : biaya sewanya dalam setahun seharga sepuluh ribu riyal, dan jika anda mau menyewanya perbulan maka biaya sewanyanya seribu riyal dalam sebulan.


عُثْمَانُ : أُرِيْدُ أَنْ أَسْتَأْجِرَ الْبَيْتَ شَهْرِيًّا, وَ أُرِيْدُ أَنْ أَرَاهَا الْآنَ. 


Utsman : uriidu an asta’jirol baita syahriyyan, wa uriidu an aroohal aanaa.

Utsman : saya mau menyewa rumah perbulan dan saya mau melihatnya sekarang.

صَاحِبُ الْمَكْتَبِ : نَعْمْ وَ أَهْلًا وَ سَهْلًا, هَذَا هُوَ الْمِفْتَاحُ.

Shoobibul maktab : na’am wa ahlan wasahlan haadzaa huwal miftaah.

petugas di kantor (pemasaran) : ya, selamat datang ini dia kuncinya.

Sekian dan demikian dulu yang bisa kami bawakan untuk anda semua sekarang ini tentang percakapan bahasa arab tentang menyewa rumah, terima kasih dan semoga bermanfaat.

Percakapan Bahasa Arab Tentang Menyewa Rumah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Poskan Komentar