Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab Dan Artinya, Kaidah Bahasa Arab, Percakapan Bahasa Arab, Info Arab, Pengetahuan Umum, Pendidikan

3 Musuh-musuh Islam di Jaman Nabi Muhammad SAW

loading...

Musuh-musuh islam di jaman nabi muhammad saw. Musuh-musuh Islam selalu ada di setiap zaman dan tempat, dengan berbagai macam topeng yang mereka pakai untuk menghancurkan Islam, berbagai konspirasi dilakukan untuk menghancurkan agama Islam, kali ini kita akan membahas mengenai musuh musuh islam di jaman nabi muhammad saw. Mereka yang menjadi musuh nabi ada juga yang datang dari keluarga beliau sendiri, ada juga yang memang hubungan keluarga jauh dengan nabi, namun di antara mereka ada yang dahulunya adalah musuh besar dan sangat benci dengan Islam namun beberapa tahun kemudian menjadi muslim dan masuk Islam dan menjadi pembela islam yang luar biasa sebutlah semisal : Khalid bin Walid, Abu Sufyan dan sekian banyak sahabat nabi lainnya. 
Musuh-musuh Islam di Jaman Nabi Muhammad SAW

Jadi selain membahas tentang bahasa arabnya berbagai kata-kata bahasa Indonesia blog ini juga akan kami selingi dengan bahasan seputar kisah nabi dan sirah nabawiyyah. 

Di bawah ini beberapa nama musuh-musuh Islam di zaman nabi saw yang bisa kami himpun dari berbagai sumber: 

Abu Jahl / Abu Jahal 

Nama asli Abu Jahl adalah Amr bin Hisyam, diberi kunyah dengan Abul Hakam, dikarenakan permusuhannya yang begitu dahsyat kepada Nabi saw ia diberi julukan baru dengan Abu Jahl, ia adalah pemimpin suku / kabilah Bani Makhzum, ia berkali-kali melakukan usaha pembunuhan kepada Nabi saw, di antara saat ia menyusun rencana pembunuhan Nabi Muhammad - shallallohu alaihi awasallama - sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Atsir dala kitab “al-Kaamil” : “Saya puny aide untuk mengajak seorang pemuda dari setiap kabilah/ suku lalu kita berikan sebilah pedang kepada setiap pemuda, setelah itu kita perintahkan mereka untuk dengan serentak membunuh Muhammad, maka dengan demikian tuduhan pembunuhan akan di alamtkan kepada banyak orang / pemuda-pemuda tadi yang berasal dari berbagai kabilah / suku yang berbeda-beda (sehingga sulit dituntut siapa pembunuhnya)…” 

Abu Jahl pula yang membunuh muslimah pertama / syahid pertama yaitu Sumayyah binti Khayyath ibundanya Ammar bin Yasir dengan sebilah tombah setelah disiksa dengan begitu kejam. Nabi - shallallohu alaihi wasallam - saat menyuruh Hassan bin Tsabit untuk melantunkan sya’ir untuk menyerang Abu Jahl mengatakan : “Ejeklah / seranglah mereka (Abu Jahal) sungguh Jibril bersamamu.” Abu Jahl dikenal dengan perilaku dan akhlak yang keji dalam kesehariannya. 

Artikel Lainnya :

Abu Lahab 

Nama asli Abu Lahab adalah Abdul Uzza bin Abdul Muttalib, ia adalah pamannya Nabi saw, Abu Lahab adalah saudara tiri ayahanda Nabi Abdullah bin Abdul Muttalib, kunyah Abu Lahab adalah Abu Utbah (karena anaknya / putranya yang paling besar berna Utbah bin Abdul Uzza), diberi julukan Abu Lahab oleh bapaknya karena wajahnya yang cerahnya wajah yang terlihat dari Abu Lahab ini (lahab adalah kata bahasa arab yang artinya api yang menyinari). 

Saat Nabi Muhammad - shallallohu alaihi wasallam - lahir Abu Lahab begitu gembira, saat itu budak perempuan Abu Lahab yang bernama Tsuaibah berlarian mendatangi tuannya untuk memberinya kabar gembira atas kelahiran keponakannya yang diberi nama Muhammad, saking gembiranya Abu Lahab, iapun saat itu memebrdekakan budaknya Tsuaibah ini. 

Abu Lahab termasuk orang pertama yang secara terang-terangan menampakkan permusuhan yang begitu dahsyat terhadap dakwah Islam yang dibawa oleh Rasulullah, tak cukup hanya dengan penentangan secara nyata, Abu Lahab juga melancarkan berbagai konspirasi dan taktik licik untuk menghabisi dakwah Rasulullah bahkan secara langsung berniat membunuh baginda Nabi shallallohu alaihi wasallam, saat terjadi boikot besar-besaran terhadap keluarga Abdul Muttalib, Abu Lahab tak ikut mengungsi ke lereng Bani Hasyim, begitu pula saat terjadi perang Badr, ia memang tak ikut serta dalam perang ini, namun ia menyewa seseorang untuk membunuh Rasulullah pada perang ini yaitu seorang bernama al-Ash bin Hisyam bin Mughirah, ia diberikan uang sebanyak 4.000 dirham agar membunuh Nabi. 

Istri Abu Lahab yang dijuluki Ummu Jamil juga termasuk perempuan pemuka Quraisy, ia ikut bersama sang suami untum melancarkan berbagai gangguan dan upaya permusuhan untuk menghalangi dakwah Rasulullah, Ummu Jamil adalah saudari Abu Sufyan, ia (nama asli Ummu Jamil adalah Arwa binti Harb bin Umayyah, salah satu usaha permusuhan yang dilakukan oleh istri Abu Lahab ini adalah meletakkan duri-duri di jalanan yang dilewati Nabi agar kedua kaki beliau terluka. 

Abu Lahab memiliki beberapa putra yang di kemudian hari menjadi shabat Rasulullah dan mereka masuk Islam saat terjadi penaklukan kota Mekkah oleh Rasulullah dan para sahabat, di antara putra-putra Abu Lahab : 

- Utbah bin Abu Lahab (termasuk shabat Nabi) 

- Mu’tib bin Abu Lahab (masuk Islam bersama saudaranya Utbah saat terjadi fathu Makkah) 

- Utaibah (tidak masuk Islam 

- Durrah binti Abu Lahab (masuk Islam dan termasuk shahabiyyah). 

Ummu Kultsum putri Nabi sawa sempat menikah dengan Utbah bin Abu Lahab sedangkan Ruqayyah putri Nabi yang lain sempat menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab, saat surat al-Lahab / surat al-Masad turun, Abu Lahab berkata kepada kedua putranya ini: “Kepalaku dengan kepala kalian berdua haram (bertemu) jika kalian berdua tak segera menceraikan kedua putri Muhammad itu.” Maka mereka berduapun menceraikan Ruqayyah dan Ummu Kultsum, kelak kedua (Ruqayyah dan Ummu Kultsum dinikahi oleh Utsman bin Affan - radiallohu anhu -). Adapun Utaibah, suatu hari ketika ia keluar menuju Syam bersama bapaknya ia berkata : “Saya akan mendatangi Muhammad dan menyiksanya.” Ia pun mendatangi Nabi -shallallohu alaihi wasallam - lalu mengatakan kepada beliau : “Wahai Muhammad saya tak percaya dengan isi al-Quran.” lalu ia meludah di hadapan Nabi saw, lantas Nabi-pun berdoa :”Ya Allah kirimkanlah salah satu dari anjing (untuk menerkamnya).” Tak lama setelah itu datanglah seekor singa kepada Utaibah dan menerkamnya sampai mati. 

Abu Lahab meninggal beberapa hari setelah peristiwa perang Badar terjadi, ia ditimpa sebuah penyakit menular dan mengerikan bernama penyakit al-Adasah (العدسة ) , setelah meninggal orang-orang membiarkannya selama 3 hari tiga malam belum dikubur sampai jasad Abu Lhab membusuk, namun akhirnya karena takut dicibir merekapun menggalikan lubang untuk menguburnya, lantas memakai balok kayu untuk memindah jasadnya dan dilempar ke lubang atau liang tadi kemudian dilemparkan banyak batu untuk menutupi jasad Abu Lahab ini. (Lihat kisah lengkap tentang Abu Lahab ini di kitab Siirah karya Ibnu Hisyam). 

NB : 

Surat al-Masad yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi yang berisi vonis neraka untuk Abu Lahab menjadi salah satu mukjizat kebenaran al-Qur’an, karena sampai akhir hayatnya Abu Lahab tetap tak mau masuk Islam bahkan meninggal dalam keadaan musyrik. 

Al-Aswad bin Abdul Muttalib bin Asad 

Ia termasuk musuh Islam yang hobinya mengejek Nabi saw, ia bersama kedua putranya Aqil bin Aswad dan Zam’ah bin Aswad begitu pula cucunya yang bernama Harits bin Zam’ah bin Aswad, mereka semua terbunuh di tangan kaum muslimin para sahabat Rasulullah saw saw saat terjadi perang Badar. 

Sifat Pemaaf Luar Biasa Baginda Nabi saw 

Walaupun begitu sengit dan dahsyat permusuhan dan gangguan yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam di jaman Nabi saw, salah satu sifat yang layak dicontoh dari pribadi Nabi adalah sifat pemaaf yang beliau tunjukkan agar dicontoh oleh ummatnya, lihatlah sebagai contoh adalah yang terjadi dengan salah seorang putra musuh Islam yang sedang kita bahas ini yaitu al-Aswad bin Abdul Muttalib : Al-Aswad bin Abdul Muttalib mempunyai seorang putra lagi bernama Hubar bin Aswad, ia termasuk penyair yang doyang memusuhi Nabi, saat Zainab binti Rasulillah tinggal di Mekkah ia termasuk yang mengejar Zainab putri Rasulullah ketika hendak hijrah dari Mekkah ke Madinah, diceritakan bahwa ketika itu Zainab sedang hamil, Zainab pun melahirkan mendadak disebabkan gangguan yang dilancarkan oleh Hubar ini, ia mengacungkan tombak seraya mengancam Zainab jika berani menyusul Rasulullah untuk hijrah ke Madinah, disecritakan pula bahwa akibat ulah Hubar inilah kemudian Zainab meninggal dunia. 

Keika berita tentang kejahatan Hubar ini sampai kepada Nabi, beliaupun marah dan menghalalkan darah Hubar ini seraya beliau mengatakan : “Bakarlah Hubar ini.” Namun beliaupun meralat dan hanya memerintahkan untuk membunuhnya seraya bersabda :”… Hanya pemilik api (Allah subhanahu wa ta’ala) yang berhak menyiksa memakai api.” Tatkala terjadi fathu Makkah, Hubarpun masuk Islam dan merasa ketakutan berjumpa dengan Nabi, namun Nabi saw ketika itu memaafkan Hubar dan semua kuffar quraisya yang masuk Islam seraya mengatakan : “Silahkan, kalian semua bebas.” 

Demikianlah mengenai musuh musuh islam di jaman nabi muhammad saw, masih banyak musuh-musuh islam di jaman nabi yang belum sempat kami sebutkan, kalau tak khawatir artikelnya terlalu panjang saya sebenarnya mau lanjutkan, tapi ini saja dulu dan terima kasih.
loading...

3 Musuh-musuh Islam di Jaman Nabi Muhammad SAW Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Poskan Komentar