Belajar Bahasa Arab

Bahasa Arab Dan Artinya, Kaidah Bahasa Arab, Percakapan Bahasa Arab, Info Arab, Pengetahuan Umum, Pendidikan

Angka dalam bahasa arab dan cara membacanya

Angka dalam bahasa arab dan cara membacanya. Untuk kali ini, kami bakal membawakan untuk anda semua apa yang berkaitan dengan al-Adad / bilangan dalam bahasa arab, banyak orang mengatakan bahwa bilangan atau anga dalam bahasa arab adalah pembahasan yang sulit dimengerti, sebenarnya anggapan ini tak sepenuhnya benar, pasalnya, yang jadi masalah ada kemauan kita untuk memahami dan kemauan untuk menghafal, tak ada yang sulit sebenarnya, kaidah tentang bilangan dalam bahasa arab tak sesulit yang dibayangkan, angka dalam bahasa arab dan cara membacanya bakal kami bahasa dengan detail pada artikel bahasa arab kali ini, oke, kami akan mulai dengan menyebutkan angka dan bilangan bahasa arab dari 1- sampai 100 kemudian nanti akan kami ikuti dengan pembahasan mengenai cara menyusun bilangan bahasa arab lengkap dengan ma’dud (yang dibilang), o ya sebagaimana yang kami katakana bahwa bilangan bahasa arab ini kami lengkai dengan cara membacanya agar memudahkan bagi anda semua, selamat mengikuti. kosakata bahasa arab tentang angka dari 1-100
Angka dalam bahasa arab dan cara membacanya

satu : ( cara bacanya ) waahid : وَاحِدٌ

dua : ( cara bacanya ) itsnaan : اِثْنَانِ

tiga : ( cara bacanya ) tsalaatsah : ثَلَاثَةٌ

empat : ( cara bacanya ) arba’ah : أَرْبَعَةٌ

lima : ( cara bacanya ) khomsah : خَمْسَةٌ

enam : ( cara bacanya ) sittah : سِتَّةٌ

tujuh : ( cara bacanya ) sab’ah : سَبْعَةٌ

delapan : ( cara bacanya ) tsamaaniah : ثَمَانِيَةٌ

sembilan : ( cara bacanya ) tis’ah : تِسْعَةٌ

sepuluh : ( cara bacanya ) ‘asyaroh : عَشَرَةٌ

sebelas : ( cara bacanya ) ahada ‘asyaro : أَحَدَ عَشَرَ

dua belas : ( cara bacanya ) itsnaa ‘asyaro : اِثْنَا عَشَرَ

tiga belas : ( cara bacanya ) tsalaatsata ‘asyaro :ثَلَاثَةَ عَشَرَ

empat belas : ( cara bacanya ) arba’ata ‘asyaro :أَرْبَعَةَ عَشَرَ

lima belas : ( cara bacanya ) khomsata ‘asyaro :خَمْسَةَ عَشَرَ

enam belas : ( cara bacanya ) sittata ‘asyaro : سِتَّةَ عَشَرَ

tujuh belas : ( cara bacanya ) sab’ata ‘asyaro : سَبْعَةَ عَشَرَ

delapan belas : ( cara bacanya ) tsamaaniata ‘asyaro : ثَمَانِيَةَ عَشَرَ

sembilan belas : ( cara bacanya ) tis’ata ‘asyaro :تِسْعَةَ عَشَرَ

dua puluh : ( cara bacanya ) ‘isyruuna : عِشْرُوْنَ

tiga puluh : ( cara bacanya ) tsalaatsuuna : ثَلَاثُوْنَ

empat puluh : ( cara bacanya ) arba’uuna : أَرْبَعُوْنَ

lima puluh : ( cara bacanya ) khomsuuna : خَمْسُوْنَ

enam puluh : ( cara bacanya ) sittuuna : سِتُّوْنَ

tujuh puluh : ( cara bacanya ) sab’uuna : سَبْعُوْنَ

delapan puluh : ( cara bacanya ) tsamaanuuna : ثَمَانُوْنَ

sembilan puluh : ( cara bacanya ) tis’uuna : تِسْعُوْنَ

seratus : ( cara bacanya ) miah : مِائَةٌ

Dalam artikel mengenai Angka dalam bahasa arab dan cara membacanya tentu kita ingin mengetahui terkait cara penggunaannya, sekarang coba perhatikan mengenai cara penggunaan angka dalam bahasa arab lengkap dengan adad / bilangan dan ma’dudnya / yang dibilang.

Kita mulai dari bilangan satu dan dua.

(واحد) dan (اثنان), kaidah pemakaiannya adalah sebagai berikut, kami lengkai juga dengan contoh dan cara membacanya:

-Dimudzakkarkan dengan ma’dudu mudzakkar dan dimu’annatskan dengan ma’dudu yang mu’annats. Baca Artikel Lainnya: Nama hari dalam bahasa arab lengkap.

-Ma’dudunya tidak disebutkan setelahnya.

-Wahid dan itsnan termasuk adad yang mufrad.

Contoh penggunaan dilengkapi dengan cara membaca dan artinya.

قرأ القرآن طالب واحد

Qara’al Qur’an Thalibun Wahidun

Yang baca al-Quran cuma satu siswa.

سمعت الأذان طالبة واحدة 

Sami’at al-Adzan Thalibah Wahidah

Hanya satu siswi yang mendengar adzan

ضربت طالبين اثنين

Dharbtu thalibain itsnain

Aku memukul dua orang siswa

كلمت طالبتين اثنتين

Kallamtu thalibatain itsnatain

Aku berbicara dengan dua orang siswi

Bilangan 3 sampai 10

(ثلاثة) Sampai (عشرة )

-Termasuk adad/bilangan yang mudhaf/di-idhafahkan.

-Menyelisihi ma’dud (yang dibilang) dari segi mu’annats dan mudzakkarnya (maksudnya : jika ma’dudunya mu’annats maka adadnya harus mudzakkar, jika ma’dudunya mudzakkar maka adadnya harus mu’annats). Lihat contoh di bawah ini:

عندي ثلاثة كتب

Indi tsalatsatu kutubin

Saya punya tiga buah kitab

عندي ثلاث حصص

Indii tslatsu hishash

Aku mempunyai tiga jam pelajaran

-Yang diperhatikan dalam hal mu’annats dan mudzakkarnya ma’dud adalah dilihat dari mufradnya/bukan dilihat ke bentuk jamaknya, jika kita perhatikan pada contoh di atas (contoh yang kedua), kata hishash adalah jamak dari kata hishshah yang artinya, anda bisa melihat bahwa kata hishash adalah mudzakkar, walaupun demikian adad/bilangannya adalah mudzakkar, kenapa tidak mu’annats padahal harus berlawanan antara adad dan ma’dud? jawabannya karena yang dilihat adalah bentuk mufradnya, sedangkan kata hishash bentuk mufradnya adalah hishshah (حصة), ia mu’annats sehingga adadnya harus mudzakkar.

-Ma’dud nya harus jamak dan harus majrur (karena menjadi mudhaf ilaih), lihat kembali contoh di atas, untuk bilangan 3 sampai 10 ini ma’dudnya harus jamak dan majrur/baris kasrah (lihat kata kutubin/jamak dari kata kitab, dan kata hishash/jamak dari kata hishshah).

Bilangan 100 dan 1000

(المئة) dan (الألف) dan bentuk tatsniyahnya.

-Termasuk adad yang mudhaf

-Adapun ma’dudnya maka ia mufrad dan majrur (baris kasrah).

-Keadaannya tidak berubah dari segi mudzakkar dan mu’annatsnya (tetap mudzakkar). Contoh dalam kalimat:

عندي ألف بيت

Indi alfu qalamin

Saya punya seribu rumah

عندي ألف سيارة

Indi alfu sayyaratin

Saya punya seribu mobil.

له مئة كرسي

Lahu mi’ah kursyyin

Dia punya seratus kursi

في جيبي مئتا ريال

Fii jaibi mi’ataa riyalin

Dalam kantong saya ada 200 real

في بيتي ألفا دينار

Fii baitii alfaa diinaar

Di rumah saya ada dua ribu dinar.

Artikel tentang angka dalam bahasa arab dan cara membacanya ini akan sampai ke pembahasan mengenai bilangan sebelas sampai bilangan sembilan belas

(أحد عشر) sampai (تسعة عشر)

-Bilangan ini disebut dengan al-A’daad al-Murakkabah (bilangan yang tersusun dari beberapa kata/2 kata), dinamakan demikian karena memang bilangan ini tersusun oleh dua kata yaitu bilangan dari satu sampai Sembilan (الواحد -التسعة) dan satu lagi yaitu kata Asyara (عشرة).

-Adapun ma’dudnya (yang dibilang) atau tamyiznya, maka ia adalah mufrad dan manshub.

-Terkait masalah mudzakkar dan mu’annatsnya, maka bisa disimpulkan seperti di bawah ini:

1. Untuk bilangan sebelas dan dua belas ( أحد عشر, اثنا عشر), maka bilangan/adadnya sama dengan ma’dudnya, jika adadnya mudzakkar maka ma’dudnya juga mudzakkar dan begitu pula sebaliknya. Contohnya dalam kalimat:

عندي أحد عشر كوبا

Indii ahada asyara kuuban.

Saya punya sebelas gelas.

عندي إحدى عشرة سيارة

Indi ihdaa asyrata sayyaratan

Saya punya sebelas mobil.

Untuk bilangan dua belas, lihat contoh kalimat bahasa arabnya di bawah ini:

عندي اثنا عشر كوبا

Cara membaca : Indi itsna asyara kuuban

Saya punya 12 gelas.

عندي اثنتا عشرة سيارة

Cara membaca : Indii itsnata syara sayyaratan

Saya punya 12 mobil.

Contoh di atas untuk ma’dud yang mudzakkar dan mu’annats dan adadnya dalam keadaan marfu’ karena dua-duanya adalah sebagai mubtada’ mu’akhkhar.

Untuk yang dalam keadaan manshub dan majrur lihat kalimatnya di bawah ini:

رأيت اثني عشر رجلا

Cara membaca : Ra’aitu itsnai asyara rajulan

Aku melihat 12 orang laki-laki.

رأيت اثنتي عشرة امرأة

Cara membaca : Ra’itu itsnatai asyara imra’atan

Aku melihat 12 orang perempuan.

Begitu pula jika dalam keadaan majrur sama dengan ketika bilangan ini dalam keadaan manshub (tanda jar dan tanda nashabnya tetap ya’).

2. Bilangan dari 13 sampai 19, bagian pertamanya (ثلاثة -تسعة) harus berlawanan dengan ma’dudnya (jika ma’dudnya mu’annats maka ia harus mudzakkar dan begitu sebaliknya. Adapun bagian kedua (عشرة), maka harus mengikuti ma’dudnya (jika ma’dudnya mudzakkar maka kata asyara ini ikut mudzakkar dan begitu sebaliknya.

-Adapun terkait I’rabnya maka semuanya mabni ala fathil juz’ain (dua bagiannya mabni), kecuali bilangan 12, maka ia mu’rab, tanda rafa’nya alif dan tanda nashab dan jar-nya adalah ya’. Lihat contoh penggunaan dalam kalimat bahasa arab disertai artinya dan cara membacanya di bawah ini:

كلمت ثلاثة عشر رجلا

Cara membaca : Kallamtu tsalatsata asyara rajulan

Aku berbica dengan 13 orang laki-laki.

رأيت ثلاث عشرة امرأة

Cara membaca : Ra’aitu tsaltsa asyrata imra’atan

Aku melihat 13 orang perempuan.

Bilangan puluhan (dari 20 sampai 90) disebut dengan Alfadz al-Uquud

(عشرون -تسعين)

-Termasuk dalam bilangan/angka yang mufrad (tersusun atas satu kata saja).

-Lafadznya satu saja/tak berubah baik dalam keadaan mu’annats ataupun mudzakkar.

-Ma’dudnya dalam keadaan mufrad dan manshub/sebagai tamyiiz. Artikel ini berjudul: Angka dalam bahasa arab dan cara membacanya.

-Ketika di-I’rab maka sama dengan mengi’rab jamak mudzakkar saalim. Untuk lebih jelasnya lihat kalimat bahasa arab dan artinya di bawah ini yang juga disertai cara membacanya:

عندي تسعون قلما

Indii tis’uuna qalaman

Saya punya 90 pulpen

عندي عشرون سيارة

Indii isyruuna sayyaratan

Saya punya 20 mobil.

Bilangan yang Ma’tuf dan Ma’tuf Alaih

(bilangan : 21, 22, 32, 36…99)

-Bilangan alfad al-Uquud di atahafkan ke bilangan 1-9, sebagai contoh:

ثلاث وعشرون

Kata isyruun ma’thuf ke kata tsalats.

-Adapun terkait masalah mu’annats dan mudzakkar maka bilangan (1-9)-nya hukumnya sama sebelum dia menjadi bilangan Athaf Ma’tuf ini (maksudnya: jika ma’dudnya mu’annats maka bilangan 1-9-nya harus mudzakkar/terus berlawanan), contoh:

لديي ثلاث وثمانون صحيفة

Ladayya tsalats wa tsamanuun shahifah

Aku punya 83 surat kabar/Koran

اشتريت خمسة وسبعون قلما

Isytaraitu khamsatan wa sab’uun qalaman

Aku membeli 75 pulpen

NB: lihat kata tsalats dan khamsah, ia harus berlawanan dengan ma’dudnya.

Demikian dulu yang bisa kami sampaikan saat ini mengenai angka dalam bahasa arab dan cara membacanya.

Angka dalam bahasa arab dan cara membacanya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aena rizku

0 komentar:

Poskan Komentar